Sssttt.. RI Ternyata Impor Kurma ‘Yahudi’
Shoutussalam.com_ Aneh! Meski tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, bahkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa ‘diusir’ dari Ramallah, tetapi rupanya hubungan dagang Indonesia dengan negara Yahudi ini tidak dapat dilepaskan seutuhnya. Tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Rabu (8/8), setidaknya dari 9 buah impor terbesar yang diminati masyarakat Indonesia, ada 2 buah impor yang berasal dari Israel.
Memang jumlahnya tidak banyak, tetapi pada bulan Juni tahun ini, tercatat masuknya impor kurma dari Israel. Impor tersebut sebanyak 20,6 ton dengan nilai 191,3 ribu dollar (Rp 1,8 miliar) dan baru dilakukan satu bulan sejak bulan Januari 2012.
Selain itu, ada juga buah Jeruk Shantang yang berasal dari negara zionis ini. Sebanyak 0,666 ton jeruk shantang dengan nilai 709 dollar (Rp 6,7 juta) masuk dari Israel pada bulan April tahun ini. Impor jeruk itu, hanya terjadi sekali sepanjang satu semester tahun 2012.
Sekadar diketahui,untuk buah kurma, Tunisia menjadi negara pemasok dengan nilai terbesar ke Indonesia. Sepanjang tahun 2012 ini 2,3 ribu ton dengan nilai Rp 63 miliar. Kenaikan impor pada bulan Juni hampir 3 kali lipat dari negara tersebut dibandingkan impor pada bulan Mei. Diikuti Mesir,yang sepanjang Januari hingga Juni sebanyak 7,1 ribu ton--secara volume terbesar-- dengan nilai Rp 54 miliar (berita terkait baca hal 4).
Bagaimana hukum memakan buah dari negeri ‘Yahudi’ menurut pandangan Islam?
Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, KH Abdussomad Bukhori, hukumnya tetap diperbolehkan dan halal dikonsumsi. Karena dalam hukum islam, selama barang itu diperoleh dengan cara halal, tidak dari hasil curian ataupun ada unsur ghoror (penipuan, red) dalam bertransaksi, maka halal mengkonsumsinya. “Halal mengkonsumsi kurma impor asal Israel,”katanya
Namun Somad menegaskan, hubungan Israel dengan Indonesia akhir-akhir ini tidak harmonis. Terutama setelah Menteri Luar Negeri (Menlu), Marty Natalegawa diusir di Ramallah saat akan menghadiri acara gerakan non-blok di Palestina. “Persoalan Indonesia dengan Israel lebih pada hubungan politik kedua negara, sementara impor kurma dari israel itu kan urusan perdagangan. Selama tidak unsur penipuanya, ya tetap halal,”tandasnya
Namun Somad menyanyangkan kenapa importir tidak mengimpor kurma dari negara – negara arab yang mayoritas muslim. Sebab dalam ajaran islam, tidak diperbolehkan membantu membesarkan ajaran non-muslim. Dengan mengimpor kurma, secara tidak langsung akan meningkatkan ekonomi Israel yang pada akhirnya akan menumbuh kembangkan ajaran mereka. “Negara-negara Arab mayoritas berpenduduk muslim kan masih banyak yang menjadi penghasil kurma,”ujarnya
Terkait langkah MUI ke depan, diakuinya akan dilakukan koordinasi. “Kami akan berkoordinasi dulu dengan MUI pusat untuk menentukan fatwa haram atau halal,”ungkapnya
Menurut penelusuran, dasar hukum asal dalam jual beli adalah halal berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. “..Dan Allah telah menghalalkan jual beli”. (Al-Baqarah : 275)
Nabi Muhammad SAW pun diriwatkan pernah membeli barang dari orang Yahudi. Bahkan, ketika wafat baju besinya tergadai di tempat orang Yahudi untuk membeli makanan keluarganya. Namun, tidak boleh seorang muslim makan daging sembelihan mereka karena sembelihan mereka haram.
AS-Belgia Memboikot
Meski demikian, di belahan bumi lain beberapa aktivis bulan ini menggalang dukungan memboikot produk dari Israel. Dikutip dari VOA, sebuah perguruan tinggi Amerika Serikat telah bergabung dengan kampanye internasional memboikot produk-produk Israel untuk memprotes kebijakan Tel Aviv dalam perampasan dan penghancuran secara ilegal di tanah Palestina.
The Flaming Eggplant, sebuah kafe yang dikelola mahasiswa di Evergreen State College di Olympia di Washington, telah mengumumkan bahwa para mahasiswa telah memilih untuk memboikot produk-produk Israel dari pemukiman Yahudi ilegal di tanah Palestina yang diduduki untuk mengakhiri keterlibatan perguruan tinggi mereka dalam pelanggaran Israel terhadap hak-hak warga Palestina, menurut Olympiabds.org.
“Kami bangga untuk bergabung dengan gerakan tanpa kekerasan untuk menekan Israel sampai negara itu mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia mereka terhadap warga Palestina,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.
The Flaming Eggplant adalah bisnis yang paling terbaru yang bergabung dengan gerakan Boikot Divestasi dan Sanksi (DBS) internasional yang sedang tumbuh melawan produk-produk Israel dari pemukiman Yahudi.
Para mahasiswa Universitas AS, Inggris, dan Belgia juga menyerukan boikot akademik atas Israel setelah perlakuan buruk Tel Aviv terhadap tahanan Palestina, memperluas pemukiman Yahudi ilegal di tanah Palestina yang diduduki, dan meneror warga Gaza.[jayyid/srby]
"Min Huna Nabda Wa Fil Aqsha Naltaqy"
Here we begin, in Aqsha we will meet
(AQAP)
- •Di Balik Pencitraan Dahlan Iskan...
- •Islam Telah Menguasai Sepakbola...
- •Analisa Revolusi Suriah: Beberapa...
- •Cara Berjilbab yang Benar Menurut...
- •[Komik Lucu] : Kepribadian Anda...
- •7 Hikmah Memelihara Jenggot
- •Akhwaat, Kenapa Kau Harus Menghapus...
- •Membongkar isi Kitab Talmud...
- •Sosok Pria Misterius Terekam...
- •Bedah Buku : Salafi Pengkhianat...
Tulisan lainnya: