Jelang Pemilu, Berbagai Rumah Sakit Jiwa Siap Tadahi Caleg ‘Edan’

Jelang Pemilu, Berbagai Rumah Sakit Jiwa Siap Tadahi Caleg ‘Edan’

Shoutussalam.com – Pesta demokrasi memang membutuhkan banyak biaya. Hal ini menyebabkan banyak caleg yang kalah menjadi stress bahkan berubah akalnya karena hutang biaya nyaleg yang menggunung. Namun berbagai rumah sakit jiwa di daerah siap menampung caleg-caleg yang tidak waras ini.

Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Provinsi Bengkulu menyiapkan 200 tempat tidur untuk para calon anggota legislatif (caleg) yang gagal menjadi anggota dewan dan mengalami depresi. “Kami siapkan 200 tempat tidur untuk caleg yang gagal jadi anggota dewan dan menderita depresi. Dalam setiap pemilu, setidaknya terdapat 10 hingga 20 orang caleg yang depresi,” kata Direktur RSJKO ini, Bina Bukit, Senin (20/1/2014).

Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya, selain menyediakan fasilitas pemeriksaan dini kepada para calon legislator, ternyata juga menyediakan ruangan yang bagi caleg jika harus “ngamar” setelah kalah dalam pemilihan umum. “Sebenarnya kamar-kamar ini selalu ada setiap hari kok. Kebetulan memang para caleg ini memilih kamar-kamar ini kalau harus ngamar di Menur,” papar Kepala Ruangan Paviliun Puri Anggrek RSJ Menur, Abdul Habib kepada detikcom, Kamis (16/1/2014).

Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo mengaku tak menyediakan ruang khusus untuk menampung calon anggota legislatif (caleg) karena gagal menjadi anggota legislatif pada pemilu legislatif 2014. Namun jika ada caleg yang stres karena gagal menjadi anggota DPRD setelah bertarung, rumah sakit di Jl. K.H. Dewantoro, Jebres, Solo tetap akan menerimanya.

“Kalau ada caleg yang datang berobat ke sini [RSJD], kami tentu akan melayaninya. Karena kami memang melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang strata sosial,” ujar Pejabat Humas dan Pemasaran RSJD Solo, Dyah Srimarwati ketika ditemui Solopos di ruang kerjanya, Senin (20/1/2014).

Sementara itu di Jogja, RSJ Grhasia siap menerima semua pasien yang mengalami gangguan jiwa baik pasien umum atau caleg yang gagal dalam pemilu nanti.”Selama pendaftaran pileg semua caleg memeriksa kesehatan jiwa dan bebas napza di sini sehingga tingkat kunjungan ke rumah sakit ini jadi sangat tinggi,” ujar sekretaris RSJ Grhasia, Indah Mawarni.

[sksd/dbs]
Scroll To Top