D1T5r (1)

Baghdad Kembali Membara, ISIS Serbu Kompleks Gedung Kementrian Rezim Syiah Iraq

Shoutussalam – Ketika Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam menyatakan janjinya akan kembali menduduki Baghdad, itu bukanlah omong kosong pun retorika belaka.

Sebagaimana kata-kata Syaikh Abu Mush’ab az Zarqawiy, tatkala Mujahidin berbicara, ia akan selalu mencuri perhatian musuh dan membuat mereka gemetar ketakutan. Pun ketika Mujahidin berjanji, akan selalu mereka tepati.

Dilaporkan baik oleh para aktivis dan situs berita Internasional, sekelompok pria bersenjata  yang diidentifikasi kuat bagian dari pasukan Daulah Islam Iraq dan Syam menyerbu kompleks gedung kementrian dan mengambil alih Gedung Kementrian Transportasi juga Kementrian HAM, Kamis siang (30/1/2014).

Kantor berita Reuters mengatakan, sebanyak 18 orang di dalam gedung tewas dikepung dan diserbu 6 pria bersenjata yang dilengkapi rompi berisikan bom siap gugur syahid. Mereka menawan beberapa orang yang kemudian dieksekusi mati di tempat.

Aparat keamanan Iraq dibantu Milisi Syiah Iran Badar dengan segera memblokir semua akses masuk menuju kompleks gedung Kementrian untuk mencegah serangan meluas ke gedung pemerintah yang lain.

Serangan gerilya dan sangat mengejutkan ini sempat membuat bingung pasukan Syiah Iraq, hingga mereka harus menutup area internasioanl Green Zone, seperti yang dikabarkan oleh Iraq Now.

Namun, 8 orang Mujahidin ISIS berhasil mencapai gedung Kementrian HAM, mendudukinya dan menawan sejumlah orang, seperti yang dilaporkan oleh al Arabiyya. Aktivis media Iraq Now melalui akun jejaring sosialnya mengatakan, Gedung HAM dan sekitarnya menjadi medan perang ganas.

Letusan dan rentetan senjata api pun ledakan terdengar memenuhi area kompleks gedung kementrian. Golden Army atau Pasukan Elit SWAT Iraq segera mengepung lokasi mencoba membobol pertahanan Mujahidin. Sementara di atas langit helikopter terbang mengitari gedung.

Iraq Now melaporkan, Mujahidin menawan salah seorang pejabat senior kementrian Iraq dan mengeksekusi puluhan warganegara Iran yang merupakan anggota Milisi Syiah Badar.

Aksi Mujahidin ISIS membunuhi Syiah Iran tersebut lantas menjadi trending topic di jejaring sosial dengan hashtag khusus untuk menyindir kelompok-kelompok di Suriah yang selama ini memfitnah Mujahidin Daulah Islam sebagai antek Bashar Assad dan agen Iran.

“Ternyata ISIS adalah antek Iran paling buruk yang pernah ada, sudah ratusan orang Iran yang mereka bunuh,” tulis salah satu akun, kental dengan nuansa sarkasme.

“ISIS adalah antek Syiah? Coba bandingkan dengan negara teluk macam Saudi, sudah berapa banyak orang Syiah yang mereka bunuh dibandingkan ribuan Syiah yang tewas di tangan ISIS,” tulis akun yang lain.

“Kalau semua negara teluk dikumpulkan, prestasi mereka memerangi Syiah selama ini tak akan bisa menyaingi secuilpun prestasi ISIS!” imbuhnya.

Amat mengherankan, ada sebagian orang yang dengan mudahnya percaya bahwa Daulah Islam Iraq dan Syam adalah agen buatan Iran dan Bashar Assad.

Padahal, sebelum kita menyadari bahaya Syiah dari konflik Suriah baru-baru ini, ISIS sudah sejak 10 yang tahun lalu telah menyadarinya terlebih dahulu ketimbang kita. Dan merekalah yang terdepan di Timur Tengah selama 10 tahun terakhir dalam memerangi dan menimpakan kerugian besar pada Syiah Iraq.

Tidak tanggung-tanggung, mereka melawan koalisi dua buah kekuatan Setan abad ini sekaligus, yaitu Syiah dan Salibis Amerika. [arkan/ dbs]