Kepala Intelijen Israel : Ancaman Jihad Global Telah Mengepung Kita

Kepala Intelijen Israel : Ancaman Jihad Global Telah Mengepung Kita

Kepala Intelijen Militer Israel, Mayjend Aviv Kochavi

Shoutussalam – Kepala Intelijen Militer Israel pada Selasa kemarin (23/7/2013), memberikan peringatan pada Angkatan Pertahanan Israel IDF, bahwa kini ancaman Jihad Global berada tepat di depan pintu Israel, dilansir dari Aruts Sheva, Israel National News.

“Ada kemungkinan bahwa dalam jangka panjang, angin perubahan akan memberi kesempatan pada para teroris (baca : jihadis), tetapi dalam jangka pendek risiko ini terus meningkat,” kata Mayor Jenderal Aviv Kochavi dalam pidato upacara wisuda bagi ratusan perwira intelijen baru.

“Revolusi di Suriah, adalah satu contoh yang paling mengganggu bagi kita. Ia berhasil menarik kedatangan ribuan aktivis jihad global dan para ekstrimis Muslim dari berbagai daerah dan di seluruh dunia. Para jihadis itu mendirikan basis yang kuat di Suriah, dengan tujuan tidak hanya untuk menggulingkan tahta Bashar Assad, tapi juga untuk mempromosikan visi negara berdasarkan pada hukum Islam,” tambahnya.

“Bisa kita saksikan dengan mata kepala kita sendiri, di depan rumah kita sekarang, pusat jihad global berskala besar tengah berkembang. Pengaruhnya tak hanya di Suriah dan perbatasan Israel saja, tapi juga di Lebanon, Yordania, Sinai, dan bisa merembet ke seluruh wilayah lainnya.”

Pemimpin kelompok mujahidin paling berpengaruh di Suriah, Jabhat al Nusrah, Syaikh Abu Muhammad al Jawlani -hafidzohullah- baru-baru ini menyatakan bahwa kelompoknya mendukung pembentukan negara Islam di tengah kecamuknya peperangan sipil yang meletus di Suriah.

Dalam sebuah audio yang direkam dan disebarkan selama beberapa hari terakhir, Syaikh al Jawlanimengatakan, “Sebagai Muslim, kami tidak percaya pada partai politik atau pemilihan parlemen, melainkan pemerintahan Islam yang berdasarkan pada Syura dan mengimplementasikan keadilan… Perjalanan kami menegakkan hukum Islam adalah jihad di jalan Allah.”

Sumber The Guardian dalam sebuah wawancara dengan seorang komandan al Nusrah menyebutkan bahwa 80% pejuang Jabhat al Nusrah kini telah melebur dalam wadah Daulah Islam Iraq dan Syam.

Sementara itu, menurut sumber yang tidak resmi lainnya, kelompok Mujahidin Sinai-Mesir dikatakan telah memberikan pernyataan kesetiaan pada Daulah Islam Iraq dan Syam, atau yang lebih populer dengan nama ISIS. Kebenaran informasi ini belum bisa dikonfirmasi, tapi sudah membuat Israel was-was.[arkan/dbs]

Scroll To Top