Komentar Muslim Inggris Terhadap Pembunuhan Tentara di London

Komentar Muslim Inggris Terhadap Pembunuhan Tentara di London

Shoutussalam.com – London – Pembantaian tentara Inggris di London mengundang reaksi balik dari kalangan Muslim maupun warga Inggris lainnya.

Abu Khaled, warga Inggris beragama Islam, merasa tak beruntung mendengar pembantaian tentara Inggris oleh dua orang Muslim di London pada Rabu (22/5/2013) lalu. Namun di hatinya ia merasakan kepiluan saat orang Islam yang juga dibunuh dengan belati atau yang mati sia-sia karena tertembak peluru nyasar drone.

“Apakah Anda tahu seorang Muslim berusia 75 tahun ditusuk belati saat pulang dari masjid di Birmingham bulan lalu? Apakah Anda tahu saat terjadi peladakan bom Maraton Boston, sebelas anak-anak Islam tewas dimangsa drone di Afghanistan” tanyanya.

Abu Khaled mengatakan, perlakukan orang Barat terhadap kehidupan warga Muslim menjadi semacam “jaminan atas kerusakan” dalam konflik Afghanistan dan Iraq yang memicu pembantain di Woolwich, London tenggara.

Dalam tayangan video pembantaian itu, salah satu dari dua tersangka, yang menurut media Inggris warga London bernama Michael Adelbolaju, 28, ia melalukan itu karena,”orang Islam sekarat hampir setiap hari” dan kematian tentara Inggris itu seperti “mata dibayar mata, gigi dibayar gigi”.(Ayyas/inilah)

Tulisan Terkait

Tentara Inggris Tewas Ditikam di Tengah Kota

[Foto & Video] Penikaman Tentara Inggris di Woolwich, London

Michael Adebolajo, Sosok Pria Ramah, Baik & Pembela Korban Bully

Scroll To Top