Otak-Bayi

Dampak Senjata Kimia Rezim Suriah, Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala

Shoutussalam -Sebuah organisasi koordinasi para dokter di kota Homs, Suriah melaporkan pada Ahad, 27 Januari 2013 kemarin, bahwa beberapa bayi baru lahir mengalami kondisi cacat fisik akibat senjata kimia yang digunakan oleh tentara rezim Suriah Bashar al Assad untuk menekan revolusi.

Sebelumnya, pada tengah Januari lalu, beberapa pihak pro-Assad menyangkal sebuah laporan media hasil dari sebuah penyelidikan rahasia di Suriah, yang menyebutkan bahwa tentara rezim Syi’ah Suriah menggunakan gas beracun untuk membunuh pasukan oposisi (baca : mujahidin) di Kota Homs pada 23 Desember 2012. Namun, kenyataan yang ditemukan oleh para dokter di lapangan justru menguatkan laporan tersebut.

Bayi-bayi itu lahir dengan kondisi tanpa memiliki sebagian besar otak, tengkorak, dan kulit kepala. Dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “bayi anenchepalic”, merupakan akibat dari cacat syaraf yang terjadi pada awal kehamilan setelah pembuahan. Sekitar 75 % bayi akan meninggal di dalam kandungan dan sisanya akan meninggal dalam beberapa jam/ hari setelah lahir. Selebihnya, jika berhasil lahir, kecil kemungkinan bayi akan hidup lama. Kelainan ini bukan hanya tidak ada tempurung kepala saja, tetapi otak si janin (cerebral hemispheres) juga tidak berkembang.

Sejauh ini, Suriah diduga memiliki senjata kimia dalam jumlah yang cukup banyak, beberapa di antaranya adalah gas sarin, gas cekik dan gas mustard. Menurut Dinas Intelijen AS (CIA), Suriah sudah menggelar program senjata kimia selama beberapa tahun. Senjata-senjata itupun digabungkan ke dalam misil balistik dan roket-roketnya. [arkan/ dbs]