With proper strategy play the games in online casinos, to win the game & also wins fabulous prizes. Get the best deals and amazing offers at the popular scout's best bonuses to maximize your winnings and have unlimited fun. Check out the offers of free to be played, to get the exciting prizes given during sign-up. Play blackjack, roulette and baccarat in blog.mediaprojectgroup.com/?p=gry-hazardowe-online and hit the jackpot to win more.
akhwatmasak

Jangan Main “Masak-Masakan”

oleh Ummu FauziPenulis Novel Kupinang Bidadari di Bumi Kashmir

Shoutussalam.com Main masak-masakan ? Wuiiiih itu permainan yang asyik sewaktu kita kecil. Setidaknya bagi sebagian besar anak perempuan, main masak-masakan adalah permainan yang paling mengasyikkan. Ada ikan-ikanan yang digoreng, ada kembang yang capek-capek ditanam sama ummi terus jadi sayur-sayuran warna-warni, ada bedak adik yang pura-pura jadi garam, ada minyak kayu putih yang jadi minyak sayur. Asyik dech, apalagi kalo ummi lagi tidak lihat kita sedang bereksperimen dengan barang-barang yang ada di rumah. Itulah permainan masak-masakan yang asyik dimainkan ketika kanak-kanak. Main masak-masakan yang asyik dan seru ketika sedang mood, asyik karena boleh berhenti kapan saja mau…dan bahkan asyik karena ketika mood udah hilang boleh ditinggal begitu saja…Kalaupun nanti ummi “nyanyi”, ya…nanti saja kalau itu terjadi baru dibereskan. Tapi sebaiknya main “Masak-masakan” segera kita tinggalkan ketika kita mulai besar, sebelum kita menjadi dewasa dalam pandangan tasyri’, dan kita tinggalkan sebelum taklif hukum berada dalam pundak kita.

Ya…jangan pernah berpikir bahwa kita sedang main “masak-masakan” ketika kita berlayar di lautan kehidupan ini. Dalam segala aspek kehidupan. Artinya, jangan lagi kita memulai sesuatu ketika kita sedang mood dan sedang mau, kita berhenti ketika kita sudah tidak mood dan malas, lalu kita biarkan saja sisa-sisa aktifitas itu tanpa rasa tanggung-jawab merapikan dan membereskan.

Ambillah contoh aktifitas mengajarkan ilmu agama atau aktifitas da’wah; kalau konsepnya main “Masak-masakan” kita akan memulainya dengan penuh semangat dan berapi-api mengajar, kemudian ketika mood berubah kita berhenti dan meninggalkan aktifitas itu “berserak” begitu saja (bisa jadi ilmu tilmid yang kita ajar sedang tanggung, kerangka pehamaman belum terbentuk atau tauhid belum sempat diluruskan…)dan kita lupa memikirkan “bertanggung-jawab” untuk kelanjutan da’wah kita atau “nasib” orang yang kita ajari setengah-setengah…itulah benar adanya bahwa istiqomah itu susah.

Dalam kehidupan rumah tangga juga begitu, kalau kita memikirkan asyik dan bahagianya saja, mungkin kita akan memulainya seperti main masak-masakan. Bahagia dan senang karena kita akan menyempurnakan dien dengan jodoh yang ditetapkan Allah Ta’ala, Menjadi penuh konflik dan permasalahan ketika mood berubah dengan datangnya ujian dan cobaan, Lalu berhenti begitu saja atau bahkan melarikan diri dengan banyak hal yang kita tinggalkan. Itulah sebabnya sebelum menikah kita harus sudah siap bahwa dalam pernikahan itu akan ada berjuta kebahagian dan beribu persoalan. Kita akan berbunga-bunga bahagia dan esoknya mungkin akan menangis pilu ketika berbagai persoalan menguji iman dan kesabaran. Jadi jangan memulainya seperti main masak-masakan….

Catatan ini bukan hendak menyindir siapa-siapa, karena dalam beberapa hal, saya merasakannya juga…Ketika hendak merancang sesuatu begitu asyik dan menggebu-gebu, mengerjakannya setengah jalan…mood berubah, lalu berhenti berserakan begitu saja…mungkin rasa “asyik” main masak-masakan di waktu kecil berkesan terlalu mendalam…dan sekarang sudah mulai belajar meninggalkan “main masak-masakan” karena harus belajar istiqomah dan “masak beneran”. Semoga bermanfaat.Quotes :”jangan “main masak-masakan” ketika belajar, menulis,bekerja dan amal shalih apapun..kerjakan dg sungguh2 hingga selesai..jika itu kehidupan rumah tangga,jangan menyerah ketika ada ujian..selesaikan sebaik mungkin sblm menghadapi ujian berikutnya..Insyaallah kebahagiaan akan selalu menyertai.” Ummu Fauzi

(last)