Pintu-Pintu Masuknya Setan

Pintu-Pintu Masuknya Setan

Oleh: Abu Jundulloh Muhammad Faisal, SPd. M.MPd

(Tim Redaksi Bulletin Jum’at Lentera Da’wah DDII Bekasi)

Shoutussalam.com Hati manusia bagaikan benteng sedangkan setan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya setan ke dalam hati.Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu agar tidak diserbu setan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan setan sebagai jalan untuk menguasai benteng tsb. Melindungi hati dari gangguan setan adalah wajib oleh karena itu mengetahui pintu masuknya setan itu merupakan syarat untuk melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan jalan untuk menguasai hati manusia.Pintu tempat masuknya setan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki setan sebenarnya sangat banyak, Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh setan untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki setan itu adalah:1. MarahMarah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara setan. Bila manusia marah maka setan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan setan.2. HasadManusia bila hasad dan tamak menginginkan sesuatu dari orang lain maka ia akan menjadi buta. Rasululloh bersabda: ”Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu masuknya setan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah setan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.3. Perut kenyangRasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata setan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada setan beberapa belenggu dan gantungan pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini? Setan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam.Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ? Setan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak ada! Jawab setan. Kemudian Nabi Yahya berkata:Demi Alloh aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya.Iblis berkata. Demi Alloh saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya.Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:・ Menghilangkan rasa takut kepada Alloh dari hatinya.・ Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.・ Mengganggu ketaatan kepada Alloh・ Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan・ Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.・ Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tanggaBila setan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Alloh.5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan receckRasululloh pernah bersabda: “Tergesa-gesa termasuk perbuatan setan dan hati-hati adalah dari Alloh SWT“. Alloh berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain ditegaskan: Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa. Mengapa kita dilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati membutuhkan perenungan dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka setan menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.6. Mencintai hartaKecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi setan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan lebih banyak lagi.7. Ta’assub/Fanatisme bermadzhab (berkelompok) & meremehkan kelompok lain.Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan bahwa kelompok lain salah sangat berbahaya. Orang yang demikian akan banyak mencaci maki orang lain.Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat binatang buas. Bila setan menghiasi pada manusia bahwa ta’assub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.8. Kikir dan takut miskin.Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk memberikan infaq atau sedekah dan selalu menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan siksa yang pedih adalah janji orang yang menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya setan berkata: Anak cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku: Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfaqkannya dengan tanpa hak dan menghalanginya dari hak kewajibannya (zakat).Sufyan berkata: Setan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya manusia dari kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.9. Memikirkan Dzat AllohOrang yang memikirkan dzat Alloh tidak akan sampai kepada apa yang diinginkannya ia akan tersesat karena akal manusia tidak akan sampai kesana. Ketika memikirkan dzat Alloh ia akan terpeleset pada kesyirikan.10. Suudzon terhadap orang Islam/ghibah.Alloh berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sebagai berikut.:Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.“Rasululloh pernah bersabda: “Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan prasangka buruk.Kalau ada orang yang selalu suudzon dan selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya ia adalah orang yang batinnya rusak. Orang mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan tetapi orang munafik selalu mencari cela orang lain.Itulah sebagian pintu-pintu masuknya setan untuk menguasai benteng hatinya.Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak akan mampu menghitung semua pintu masuknya setan ke dalam hati manusiaSekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah cukup dengan Zikrulloh dan mengucapkan “Laa haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah bahwa upaya untuk membentengi hati dari masuknya serbuan setan adalah dengan menutup semua pintu masuknya setan dengan membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela yang disebutkan di atas. Bila kita bisa memutuskan akar semua sifat tercela maka setan mendapatkan berbagai halangan untuk memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam karena Zikrulloh. Namun perlu diketahui bahwa zikir tidak akan kokoh di hati selagi hati belum dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela. Bila orang yang hatinya masih diliputi oleh akhlak tercela maka Zikrulloh hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran setan. Oleh sebab itu Alloh berfirman:”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Alloh, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (Al A’raaf [7]: 201)Perumpamaan setan adalah bagaikan anjing lapar yang mendekati anda. Bila anda tidak memiliki roti atau daging pasti ia akan meninggalkanmu walaupun cuma menghardiknya dengan ucapan kita. Tapi bila di tangan kita ada daging maka ia tidak akan pergi dari kita walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak memiliki makanan setan akan pergi hanya dengan Zikrulloh. Syahwat bila menguasi hati maka ia akan mengusir Zikrulloh dari hati ke pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam relung hati. Sedangkan orang-orang muttaqin yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela maka ia akan dimasuki setan bukan karena syahwat tapi karena kelalaian dari Zikrulloh apabila ia kembali berdzikir maka setan langsung. Inilah yang ditegaskan firman Alloh dalam ayat sebelumnya:Artinya: “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al A’raaf [7]: 200)Dalam ayat lain disebutkan:Artinya: “Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Alloh dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Alloh.” (An Nahl [16] : 98-100)Mengapa Rasululloh SAW pernah bersabda: “Bila Umar ra. Melewati suatu lereng maka setan mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”? Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-sifat tercela sehingga setan tidak bisa mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan diri dari setan dengan Zikrulloh tapi mustahil setan akan menjauh dari kita bila kita belum membersihkan diri dari tempat yang disukai setan yaitu syahwat, seperti orang yang meminum obat sebelum melindungi diri dari penyakit dan perut masih disibukkan dengan makanan yang kerasa dicerna. Taqwa adalah perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila Zikrulloh masuk kedalam hati yang kosong dari zikir maka setan mendesak masuk seperti masuknya penyakit bersamaan dengan dimakannya obat dalam perut yang masih kosong.Alloh SWT berfirman :Artinya: “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (Qaaf [50]: 37)

Kota Bekasi, Kantor Situs Berita www.voa-islam.com, 17-04-2012 M

Tulisan ini diambil dari Bulletin Jum’at Lentera Da’wah yang diterbitkan Oleh Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia (DDII) Bekasi No. 359 Th. VII 04 Rajab 1433 H, Jika Ingin Berminat dan Berlangganan Bulletin Jum’at Lentera Da’wah ini yang Terbit Setiap Jum’at dengan Infaq Rp. 250, -/Eksemplar Dapat Menghubungi Alamat Redaksi: Jl. Raya Sultan Agung Km. 27 No.3 Medan Satria-Bekasi, Jawa Barat. Telp. (021) 889 58468
Scroll To Top