Petikan Perkataan Mutiara Syaikh Abu Abdillah Untuk 11 September

Petikan Perkataan Mutiara Syaikh Abu Abdillah Untuk 11 September

أَتَقْعُدُ لاَ الْحُكَّامُ ذَادُوْا عَنِ الْحِمَا كَبِيْرُهُمْ لِلْكُـفْرِ يَسْعَـى وَيَـنْصُـُر
أَتَقْعُدُ لاَ التُّجَّـارُ أَدَّوْا زَكَاتَهُـمْ لِتَجْهِـيْزِ جَيْـشٍ بِالصَّـنَادِيْدِ يَزْأَرُ
أَتَقْعُدُ لاَ اْلأَبْطَالُ رَصُّوْا صُفُوْفَهُمْ وَلاَ الْقُدْسُ مِنْ أَيْدِي الْمُغِيْرِيْنَ حَرَّرُوْا
أَتَقْعُدُ لاَ اْلأَشْبَالُ دَاوَوْا جِرَاحَهُمْ وَلاَ جُثَثُ اْلأَطْفَــالِ لَفُّوْا وَدَثَّرُوْا
فَأَيْنَ بَنُوْا اْلإِسْلاَمِ إِذْ حَمِيَ الْوَغَـى فَهَـلاَّ اسْتَجَابُـوْا لِلإِلَهِ وَشَـمَّرُوْا
Apakah kalian akan duduk-duduk saja? Sedangkan para penguasa tidak mempertahankan wilayah kekuasaan….
Para pembesarnya berusaha dan membela bagi kekufuran….
Apakah kalian akan duduk-duduk saja? Para pedagang tidak menunaikan zakat mereka….
Untuk mempersiapkan sebuah pasukan yang akan melawan pasukan musuh….
Apakah kalian akan duduk-duduk saja? Sedangkan para pahlawan tidak merapatkan barisan mereka….
Dan juga Al Quds tidak dibebaskan oleh tangan-tangan orang yang memiliki ghiroh….
Apakah kalian akan duduk-duduk saja? Sedangkan singa-singa belum terobati luka- lukanya….
Dan juga mayat anak-anak belum diselimuti dan dikafani….
Lalu dimanakah para penganut Islam ketika perang berkecamuk….
Tidakkah mereka menjawab dan bergegas menuju seruan Alloh….
“Kami katakan kepada ikhwan-ikhwan kami di Palestina: “Sesungguhnya darah anak-anak kalian adalah darah anak-anak kami, dan sesungguhnya darah kalian adalah darah kami, maka darah dibalas dengan darah dan kehancuran dibalas dengan kehancuran. Kami bersaksi kepada Alloh yang Maha Agung bahwa kami tidak akan menterlantarkan kalian sampai terwujud pertolongan dengan sempurna atau kami akan merasakan sebagaimana yang dirasakan oleh Hamzah bin Abdul Muthollib ra.
Ingatlah, bahwasanya tadrib ini adalah jihad untuk memperjuangkan laa ilaaha illallooh. Karena sesungguhnya saudara-saudara kalian di Palestina tengah menunggu kalian dalam kondisi yang lebih panas daripada bara api. Dan mereka tengah menunggu kalian untuk menyerang Amerika dan Israel. Sesungguhnya bumi Alloh itu luas, dan karunia-karunia Nya tersebar di mana-mana, oleh karenanya kerahkanlah segala kemampuan kalian untuk menyerang mereka, demi tingginya kalimatulloh.”
“Ketika engkau berbicara tentang serangan New York dan Washington, berarti engkau berbicara tentang para pahlawan yang telah merubah perjalanan sejarah, dan memberishkan wajah umat dari noda para penguasa pengkhianat yang pengikut-pengikut mereka, tanpa melihat kepada nama-nama mereka dan titel mereka. Berarti engkau berbicara mengenai para pehlawan yang saya tidak hanya katakan mereka menghancurkan dua gedung WTC dan gedung kementerian pertahanan Amerika saja, karena ini adalah permasalahan yang sepele, akan tetapi saya katakan bahwa mereka telah menghancurkan berhala Hubal modern, dan menghancurkan keperkasaan berhala Hubal modern. Mereka adalah para pahlawan yang agung, yang menancapkan iman ke dalam hati orang-orang beriman, dan mempertegas aqidah Al Wala’ dan Al Baro’, dan mereka telah memupuskan perencanaan kaum salibis dan antek-anteknya dari kalangan para penguasa di negara-negara kawasan Timur Tengah selama puluhan tahun, melalui perang urat syaraf untuk mengkaburkan aqidah Al Wala’ Wal Baro’.
Dan tempat ini tidak muat untuk menyebutkan prestasi mereka dan pena tidak mampu untuk menghitung kebaikan mereka dan kebaikan pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan dari serangan mereka yang berbarokah. Namun kami berusaha, maka apa yang tidak dapat dikerjakan semuanya tidak harus ditinggalkan semuanya.
Muhammad Atho’: Pemimpin perkumpulan dari bumi Kinaanah dari Mesir, penghancur menara WTC pertama. Dia seorang yang bersungguh-sungguh, tekun, tulus dengan membawa seluruh kesedihan umat, kita mengharap kepada Alloh semoga menerimanya sebagai syuhada’.
Ziyaad Al Jarrooh: Seorang yang bersih dan bertakwa dari Libanon, dari negeri Syaam, dari keturunan Abu Ubaidah bin Al Jarrooh ra.
Marwaan Asy Syahhiy: Dari negara Imaroh (Uni Emirat Arab), penghancur menara WTC kedua, dia diinginkan oleh dunia, kemudian dia lari dari dunia dan mencari apa yang ada di sisi Alloh SWT.
Haaniy Hanjuur: Dari negeri Thooif, penghancur Pusat Pertahanan Amerika, Pentagon. Seorang yang jernih dan bersih hatinya serta orang yang berkorban dan cemerlang. Demikianlah menurut perkiraan kami dan hanya Allohlah yang tahu akan hakekatnya.
Ahmad bin Abdulloh An Ni’amiy: Bapaknya dari kalangan suku Quroisy dari Ahlul Bait dari keturunan Muhammad SAW di dalam masalah ibadah. Dijadikan senang baginya untuk melakukan sholat malam, sopan santun akhlaknya, dia bermimpi bahwa dia membonceng Rosululloh SAW diatas kuda dan menyuruhnya turun untuk membunuh musuh dan menaklukkan negerinya.
Sathoom As Saqoomiy: Dari Najed, dari negeri Haromain. Memiliki tekad yang kuat, tegas, perwira dan pemberani. Jika kamu melihatnya kamu pasti akan teringat sebuah hadits dari Rosululloh SAW:
أَشَدُّ أُمَّتِيْ عَلَى الدَّجَّالِ بَنُوْ تَمِيْم
“Manusia yang paling keras terhadap Dajjal dari umatku adalah Bani Tamim”.
Maajid bin Mauqid Al Harbiy: Dari Madiinah Al Munawwaroh. Iman dan rasa malu menjadi sahabatnya, memiliki adab yang tinggi dan ketawadhuan yang agung.
Khoolid Al Muhdhoor: Dari Makkah Al Mukarromah, dari suku Quroisy, dari Ahlul Bait, dari keturunan Rosululloh SAW, mencari syahadah dengan tulus. Demikianlah perkiraan kami dan hanya Alloh yang mengetahui hakekatnya.
Robii’ah Nawaaf Al Haazimiy: Dari Makkah Al Mukarromah. Yang mempunyai tekad yang kuat dan tegas, sabar dan pemalu, selalu memegang tali kekang kudanya, mencari kematian yang dia perkirakan.
Bilaal: Saudara kandung dari Saalim Al Haazimiy, dari Makkah Al Mukarromah. Alloh meletakkan iman di dalam hatinya, lalu dia meninggalkan segala sesuatu dan dan mottonya adalah:
إِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلاَلِ السُّيُوْفِ
“Surga itu dibawah bayang-bayang pedang”.
Faayiz Al Qoodhiy: Dari Baniy Hammaad yang terkenal dengan nama Ahmad. Seseorang yang suka bekerja keras, suka memberi, tawadhu’ dan memiliki rasa malu.
Sedangkan dari kabilah-kabilah Asiir, mempunyai peran seperti singa, yaitu Ghoomid, Zahroon, dan Bani Syahl.
Ahmad Al Haznawi Al Ghoomidiy: Seorang yang gagah berani dan tidak mengenal rasa gentar dan tidak pernah tunduk lantaran rasa takut. Seorang Imam, ahli pidato dan seorang motivator jihad.
Hamzah Al Ghoomidiy: Cinta jihad telah menguasai hatinya, seorang yang bersungguh-sungguh di dalam beribadah, Qiyaamul lail, dzikir dan membaca Al Qur-aan. Dan mengambil perkataan sebagaimana mengambil Qoiib (korma yang banyak) hanya satu korma.
Ikrimah Ahmad Al Ghoomidiy: Seorang yang memiliki tekad yang luar biasa, penyabar dan dermawan.
Mu’taz Saiid Al Ghoomidiy: Orang yang suka melakukan ibadah, selalu menyuruh kepada yangmakruf dan mencegah yang munkar, jasadnya berada di bumi namun hatinya selalu terbang bersama burung hijau yang tergantung di Arsy Rohman. Demikianlah perkaraan kami dan hanya Alloh yang tahu hakekat sebenarnya.
Waa-il dan Waliid Ash Shoqliy Asy Syahriy: Orang yang selalu melaksanakan ibadah qiyamul lail, seorang yang memiliki adab dan rasa malu serta kesungguhan. Bapak keduanya adalah seorang pedagang dan seorang pemuka kabilah. Mereka diinginkan oleh dunia lalu keduanya lari dari dunia menuju gunung-gunung Afghonistaan yang terjal untuk mencari apa yang berada disisi Alloh.
Umar Muhandi Asy Syahliy: Seorang yang memiliki akhlak sopan santun, penyabar dan mencari mati syahid dengan tulus. Demikianlah perkiraan kami dan hanya Alloh yang mengetahui hakekat sebenarnya.
Syaikh Abul Abbaas, Abdul Aziiz Al Umariy Az Zahrooniy: Seorang suri tauladan bagi para ulama’ kontemporer dan kaum salaf yang tersisa, seorang amil (melaksanakan ilmunya) dan alim, menjaga ilmu dari para pegawai thoghut dan membebaskannya dari menjadi tawanan ditengah-tengah pangkat mereka. Para pemuda tersebut meyakini bahwa tidak ada jalan lain untuk mewujudkan kebenaran dan menghilangkan kebathilan kecuali dengan jihad fii sabiilillah dan bahwa untuk menghentikan serangan orang-orang kafir hanya dengan jihad fii sabiilillah. Alloh SWT berfirman:
فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لا تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْساً وَأَشَدُّ تَنْكِيلاً
“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).”
Para pemuda tersebut ingin mempersiapkan sebuah jawaban untuk hari perhitungan, keimanan kepada Alloh dan hari akhir dan meneladani Rosululloh SAW telah mengeluarkan mereka dari rumah-rumah mereka dan mereka mengetahui bahwa banyaknya alasan yang dikemukakan oleh orang-orang arab yang beralasan tidak ada gunanya bagi mereka. Bagaimana mereka dapat membenarkannya sedangkan Andalusia sejak lima abad yang lalu belum kembali kepada pangkuan Islam? Bagaimana mereka membenarkannya sedangkan Palestina sejak terjadi sembilan kali perjanjian — kurang lebih — dan ini belum berakhir? Bagaimana mereka membenarkannya sedangkan kamp-kamp latihan dan medan-medan jihad di Afghonistaan telah dibuka selama lebih dari dua puluh tahun dan tidak pernah diri mereka terbebani dengan kaki-kai mereka terkena debu fii sabiilillah?!”

Apakah kalian akan duduk-duduk saja? Sedangkan para penguasa tidak mempertahankan wilayah kekuasaan….

Para pembesarnya berusaha dan membela bagi kekufuran….

Apakah kalian akan duduk-duduk saja? Para pedagang tidak menunaikan zakat mereka….

Untuk mempersiapkan sebuah pasukan yang akan melawan pasukan musuh….

Apakah kalian akan duduk-duduk saja? Sedangkan para pahlawan tidak merapatkan barisan mereka….

Dan juga Al Quds tidak dibebaskan oleh tangan-tangan orang yang memiliki ghiroh….

Apakah kalian akan duduk-duduk saja? Sedangkan singa-singa belum terobati luka- lukanya….

Dan juga mayat anak-anak belum diselimuti dan dikafani….

Lalu dimanakah para penganut Islam ketika perang berkecamuk….

Tidakkah mereka menjawab dan bergegas menuju seruan Alloh….

“Kami katakan kepada ikhwan-ikhwan kami di Palestina: “Sesungguhnya darah anak-anak kalian adalah darah anak-anak kami, dan sesungguhnya darah kalian adalah darah kami, maka darah dibalas dengan darah dan kehancuran dibalas dengan kehancuran. Kami bersaksi kepada Alloh yang Maha Agung bahwa kami tidak akan menterlantarkan kalian sampai terwujud pertolongan dengan sempurna atau kami akan merasakan sebagaimana yang dirasakan oleh Hamzah bin Abdul Muthollib ra.

Ingatlah, bahwasanya tadrib ini adalah jihad untuk memperjuangkan laa ilaaha illallooh. Karena sesungguhnya saudara-saudara kalian di Palestina tengah menunggu kalian dalam kondisi yang lebih panas daripada bara api. Dan mereka tengah menunggu kalian untuk menyerang Amerika dan Israel. Sesungguhnya bumi Alloh itu luas, dan karunia-karunia Nya tersebar di mana-mana, oleh karenanya kerahkanlah segala kemampuan kalian untuk menyerang mereka, demi tingginya kalimatulloh.”

“Ketika engkau berbicara tentang serangan New York dan Washington, berarti engkau berbicara tentang para pahlawan yang telah merubah perjalanan sejarah, dan memberishkan wajah umat dari noda para penguasa pengkhianat yang pengikut-pengikut mereka, tanpa melihat kepada nama-nama mereka dan titel mereka. Berarti engkau berbicara mengenai para pehlawan yang saya tidak hanya katakan mereka menghancurkan dua gedung WTC dan gedung kementerian pertahanan Amerika saja, karena ini adalah permasalahan yang sepele, akan tetapi saya katakan bahwa mereka telah menghancurkan berhala Hubal modern, dan menghancurkan keperkasaan berhala Hubal modern. Mereka adalah para pahlawan yang agung, yang menancapkan iman ke dalam hati orang-orang beriman, dan mempertegas aqidah Al Wala’ dan Al Baro’, dan mereka telah memupuskan perencanaan kaum salibis dan antek-anteknya dari kalangan para penguasa di negara-negara kawasan Timur Tengah selama puluhan tahun, melalui perang urat syaraf untuk mengkaburkan aqidah Al Wala’ Wal Baro’.

Dan tempat ini tidak muat untuk menyebutkan prestasi mereka dan pena tidak mampu untuk menghitung kebaikan mereka dan kebaikan pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan dari serangan mereka yang berbarokah. Namun kami berusaha, maka apa yang tidak dapat dikerjakan semuanya tidak harus ditinggalkan semuanya.

Muhammad Atho’: Pemimpin perkumpulan dari bumi Kinaanah dari Mesir, penghancur menara WTC pertama. Dia seorang yang bersungguh-sungguh, tekun, tulus dengan membawa seluruh kesedihan umat, kita mengharap kepada Alloh semoga menerimanya sebagai syuhada’.

Ziyaad Al Jarrooh: Seorang yang bersih dan bertakwa dari Libanon, dari negeri Syaam, dari keturunan Abu Ubaidah bin Al Jarrooh ra.

Marwaan Asy Syahhiy: Dari negara Imaroh (Uni Emirat Arab), penghancur menara WTC kedua, dia diinginkan oleh dunia, kemudian dia lari dari dunia dan mencari apa yang ada di sisi Alloh SWT.

Haaniy Hanjuur: Dari negeri Thooif, penghancur Pusat Pertahanan Amerika, Pentagon. Seorang yang jernih dan bersih hatinya serta orang yang berkorban dan cemerlang. Demikianlah menurut perkiraan kami dan hanya Allohlah yang tahu akan hakekatnya.

Ahmad bin Abdulloh An Ni’amiy: Bapaknya dari kalangan suku Quroisy dari Ahlul Bait dari keturunan Muhammad SAW di dalam masalah ibadah. Dijadikan senang baginya untuk melakukan sholat malam, sopan santun akhlaknya, dia bermimpi bahwa dia membonceng Rosululloh SAW diatas kuda dan menyuruhnya turun untuk membunuh musuh dan menaklukkan negerinya.

Sathoom As Saqoomiy: Dari Najed, dari negeri Haromain. Memiliki tekad yang kuat, tegas, perwira dan pemberani. Jika kamu melihatnya kamu pasti akan teringat sebuah hadits dari Rosululloh SAW:

أَشَدُّ أُمَّتِيْ عَلَى الدَّجَّالِ بَنُوْ تَمِيْم

“Manusia yang paling keras terhadap Dajjal dari umatku adalah Bani Tamim”.

Maajid bin Mauqid Al Harbiy: Dari Madiinah Al Munawwaroh. Iman dan rasa malu menjadi sahabatnya, memiliki adab yang tinggi dan ketawadhuan yang agung.

Khoolid Al Muhdhoor: Dari Makkah Al Mukarromah, dari suku Quroisy, dari Ahlul Bait, dari keturunan Rosululloh SAW, mencari syahadah dengan tulus. Demikianlah perkiraan kami dan hanya Alloh yang mengetahui hakekatnya.

Robii’ah Nawaaf Al Haazimiy: Dari Makkah Al Mukarromah. Yang mempunyai tekad yang kuat dan tegas, sabar dan pemalu, selalu memegang tali kekang kudanya, mencari kematian yang dia perkirakan.

Bilaal: Saudara kandung dari Saalim Al Haazimiy, dari Makkah Al Mukarromah. Alloh meletakkan iman di dalam hatinya, lalu dia meninggalkan segala sesuatu dan dan mottonya adalah:

إِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلاَلِ السُّيُوْفِ

“Surga itu dibawah bayang-bayang pedang”.

Faayiz Al Qoodhiy: Dari Baniy Hammaad yang terkenal dengan nama Ahmad. Seseorang yang suka bekerja keras, suka memberi, tawadhu’ dan memiliki rasa malu.

Sedangkan dari kabilah-kabilah Asiir, mempunyai peran seperti singa, yaitu Ghoomid, Zahroon, dan Bani Syahl.

Ahmad Al Haznawi Al Ghoomidiy: Seorang yang gagah berani dan tidak mengenal rasa gentar dan tidak pernah tunduk lantaran rasa takut. Seorang Imam, ahli pidato dan seorang motivator jihad.

Hamzah Al Ghoomidiy: Cinta jihad telah menguasai hatinya, seorang yang bersungguh-sungguh di dalam beribadah, Qiyaamul lail, dzikir dan membaca Al Qur-aan. Dan mengambil perkataan sebagaimana mengambil Qoiib (korma yang banyak) hanya satu korma.

Ikrimah Ahmad Al Ghoomidiy: Seorang yang memiliki tekad yang luar biasa, penyabar dan dermawan.

Mu’taz Saiid Al Ghoomidiy: Orang yang suka melakukan ibadah, selalu menyuruh kepada yangmakruf dan mencegah yang munkar, jasadnya berada di bumi namun hatinya selalu terbang bersama burung hijau yang tergantung di Arsy Rohman. Demikianlah perkaraan kami dan hanya Alloh yang tahu hakekat sebenarnya.

Waa-il dan Waliid Ash Shoqliy Asy Syahriy: Orang yang selalu melaksanakan ibadah qiyamul lail, seorang yang memiliki adab dan rasa malu serta kesungguhan. Bapak keduanya adalah seorang pedagang dan seorang pemuka kabilah. Mereka diinginkan oleh dunia lalu keduanya lari dari dunia menuju gunung-gunung Afghonistaan yang terjal untuk mencari apa yang berada disisi Alloh.

Umar Muhandi Asy Syahliy: Seorang yang memiliki akhlak sopan santun, penyabar dan mencari mati syahid dengan tulus. Demikianlah perkiraan kami dan hanya Alloh yang mengetahui hakekat sebenarnya.

Syaikh Abul Abbaas, Abdul Aziiz Al Umariy Az Zahrooniy: Seorang suri tauladan bagi para ulama’ kontemporer dan kaum salaf yang tersisa, seorang amil (melaksanakan ilmunya) dan alim, menjaga ilmu dari para pegawai thoghut dan membebaskannya dari menjadi tawanan ditengah-tengah pangkat mereka. Para pemuda tersebut meyakini bahwa tidak ada jalan lain untuk mewujudkan kebenaran dan menghilangkan kebathilan kecuali dengan jihad fii sabiilillah dan bahwa untuk menghentikan serangan orang-orang kafir hanya dengan jihad fii sabiilillah. Alloh SWT berfirman:

فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لا تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْساً وَأَشَدُّ تَنْكِيلاً

“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).”

Para pemuda tersebut ingin mempersiapkan sebuah jawaban untuk hari perhitungan, keimanan kepada Alloh dan hari akhir dan meneladani Rosululloh SAW telah mengeluarkan mereka dari rumah-rumah mereka dan mereka mengetahui bahwa banyaknya alasan yang dikemukakan oleh orang-orang arab yang beralasan tidak ada gunanya bagi mereka. Bagaimana mereka dapat membenarkannya sedangkan Andalusia sejak lima abad yang lalu belum kembali kepada pangkuan Islam? Bagaimana mereka membenarkannya sedangkan Palestina sejak terjadi sembilan kali perjanjian — kurang lebih — dan ini belum berakhir? Bagaimana mereka membenarkannya sedangkan kamp-kamp latihan dan medan-medan jihad di Afghonistaan telah dibuka selama lebih dari dua puluh tahun dan tidak pernah diri mereka terbebani dengan kaki-kai mereka terkena debu fii sabiilillah?!”

Scroll To Top