Uang Kertas dan Konspirasi Yahudi (1)

Uang Kertas dan Konspirasi Yahudi (1)

ilustrasi: Uang kertas, perang salib modern

Oleh: Asadu Al-Faruqi*

Penulis adalah mahasiswa UNS, Solo

(Shoutussalam.com) Koin Dinar Emas kini menjadi trend sebagai mahar pernikahan para artis. Diantaranya Dewi Sandra. Dinar emas menjadi saksi pernikahan penyanyi Dewi Sandra, 3 Desember 2011 lalu. Saat diwawancarai, Agus Rahman, suami dari Dewi Sandra menyatakan,

“Dinar itu emas dan bisa dipergunakan dikemudian hari atau merupakan sebuah investasi”.

Agus memberikan mas kawin 6 keping koin dinar dengan total seberat 25.5 gram. 1 keping dinar memiliki berat 4.25 gram 22 karat.

Kini, masyarakat mulai sadar dengan penggunaan uang dinar dan dirham yang merupakan jawaban atas kekacauan ekonomi kapitalisme ini. Bahkan kaum glamor seperti artis sekarang mulai menggunakan koin dinar dan dirham sebagai investasi mereka. Mereka sadar kalau dengan menyimpan koin emas dan perak itu akan sangat menguntungkan bila dibandingkan menyimpan uang kertas. Karena uang kertas tiap tahunnya bisa di pastikan terkena inflasi. Bahkan, meskipun di bank–bank konvesional menawarkan bunga bank yang cukup besar ternyata inflasi lebih besar dari pada bunga yang kita dapatkan. Berarti apa yang kita simpan sekarang itu makin lama kita simpan maka nilainya akan semakin berkurang.

Yahudi tanpa kita sadari terus menerus memperbudak kita, jika kita tetap menggunakan uang kertas. Kita akan selalu berkubang dalam lubang kemiskinan dan mereka akan terus kaya. Ini adalah sebuah konspirasi besar untuk menghancurkan ekonomi umat islam. Umat islam dengan menggunakan uang kertas maka mau tidak mau akan terjerat dengan riba dan spekulasi–spekulasi yang diharamkan Allah. Mau tidak mau, suka tidak suka kita akan terlibat dengan riba mereka.

Dari Abu Hurairah Rodhiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang juga pun kecuali ia terlibat dalam memakan harta riba. Kalau ia tidak memakan secara langsung, ia akan terkena juga debu-debunya”.

Kerancuan Uang Kertas

Pada dasarnya, uang haruslah suatu komoditas dagang. Termasuk juga kertas, namun dinilai dari harganya (nilai intrinsik) bukan berdasarkan apa yang tertulis. Uang harus sesuatu yang berwujud nyata/tangible (‘ayn). Uang tidak dapat mewakili sesuatu yang lain dari dirinya. Selain itu, uang juga harus diterima secara umum. Sehingga tidak ada paksaan didalamnya dan tidak boleh penggunaannya menjadi kewajiban bagi kita. Bahkan pemakaian Dinar Emas sebagai uang pun tidak diperbolehkan untuk menjadi kewajiban masyarakat. Dinar Emas dan Dirham Perak merupakan uang pilihan bebas, bukan merupakan hasil dari ketetapan atau paksaan. Padahal uang kertas yang masih digunakan ini merupakan pemaksaan kepada masyarakat. Kewajiban pemakaian ini tidak diperbolehkan dalam Islam karena dua sebab:

1. Kecurangan dalam penawaran: Bank mengharuskan penerimaan sesuatu diatas nilainya (nilai asli kertas adalah nol).

2. Kewajiban dari penawaran: Bank mengharuskan penerimaannya, baik disukai maupun tidak disukai.

Ini merupakan perbuatan yang tidak adil. Parahnya, ketidakadilan ini bahkan diperkuat lagi dengan dukungan hukum Negara yang membatasi penggunaan komoditas lain sebagai sarana pembayaran, khususnya komoditas emas dan perak. Pemakaian emas dan perak sebagai uang bisa dikenakan pajak, terkena regulasi atau bahkan dilarang. Dalam kasus lain, emas pribadi akan disita berdasarkan undang-undang, sebagaimana yang terjadi di Amerika.

Uang uang kertas semata-mata adalah lambang. Yaitu lambang yang mewakili uang hutang (promissory note) atau IOU (I Owe You: Saya Hutang Kepadamu). Ini adalah hutang yang menuntut bayaran lebihan atau tambahan. Maka jelaslah bahwa uang kertas adalah uang riba.

Uang kertas riba ini merupakan ciptaan manusia yang membawa bencana, celaka, kezaliman dan malapetaka kepada umat manusia. Menciptakan artinya menjadikan, dari tiada menjadi ada. Ciptaan ini menggunakan kertas, dengan mencetak angka dan memberi nilai pada kertas.

Riba dari segi bahasa berarti kelebihan atau tambahan. Akibatnya, semua uang yang beredar mengandung kelebihan atau tambahan padanya, yang akhirnya menyebabkan uang itu susut nilai. Gejala buatan manusia ini –dikenal sebagai inflasi– terkandung dalam sistem keuangan riba.

Uang Kertas Bagian dari Konspirasi

Melalui sebuah negara yang dibuatnya yaitu Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (uncle sam), Yahudi Zionis memainkan konspirasinya. Siapauncle sam? Yaitu Samiri yang membuat patung sapi untuk disembah ketika Nabi Musa meninggalkan kaum Bani Israil selama 40 hari.

Kemudian dibuatlahThe Fed (The Federal Reserve System). Inilah sistem yang menjadi panglima besar keuangan riba beserta prajurit-prajurit bank sentralnya. Sistem bejat ini ditanam di seluruh penjuru dunia dan mampu “menyihir” manusia dengan menganggap bahwa kertas bergambar sama dengan emas dan perak. Selain itu The Fed menjadikan dollar AS sebagai parameter takaran nilainya (dolarisasi). Maka kapanpun sesuka mereka, dengan hitungan detik, Zionis Yahudi bisa menjatuhkan nilai kertas sebuah negeri terhadap dollar Amerika. Jika suatu negeri meenjadi pembangkang, maka dijatuhkan nilai kertasnya sehingga menimbulkan ketidakpercayaan dari rakyat. Demikian pula sebaliknya, apabila suatu negeri tunduk dan patuh maka nilai tukarnya dibuat seolah stabil.

Sungguh ini merupakan permainan yang menyedihkan. Namun sangat disayangkan umat islam sebagai umat yang mulia tidak mampu melihat kebusukan tersebut. Hal ini disebabkan karena kita dididik dengan ilmu dan sistem pendidikan buatan mereka juga. Dengan begitu, umat Islam akan menganggap seperti tidak terjadi apa-apa dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Mereka telah sukses disihir dan dibodohi. Bahkan dengan sukarela umat islam meniru-niru dan menyesuaikan cara berpikir dan tindakan Yahudi.

Maka selama kita menganggap kertas bergambar itu berharga, bekerja siang malam banting tulang untuk mendapatkannya, menyimpan dan menggunakannya dalam perdagangan, selama itu pula kita membiayai perjuangan konspirasi Yahudi yang ingin menjadikan penduduk dunia menjadi budak pelayan bagi mereka.

Insyaallah bersambung,,

(jeko)

Scroll To Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE