Breaking News Jum`at, 15 Dzulhijah 1435H / 10 October 2014
Sayyid Husein Al-Mausawi; Mantan Ulama Syiah Yang Bertaubat

Sayyid Husein Al-Mausawi; Mantan Ulama Syiah Yang Bertaubat

Shoutussalam.com – Mengutip dari blog Ustadz Abisyakir, berikut Shoutussalam menghadirkan sekilas biografi seorang hamba Allah yang terhindar dari belitan Rafidhah dan kembali ke jalan sunnah :

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Laki-laki ini bernama Sayyid Husein Al Mausawi rahimahullah. Dia adalah laki-laki Arab asal Irak, yang dibesarkan dan tumbuh di tengah lingkungan ulama Syiah. Dia sejak muda intens mempelajari silsilah keilmuan Syiah di hauzah Najaf, sampai mencapai derajat ulama. Dengan ketinggian martabat ilmunya, dia mengenal dekat ulama-ulama besar Syiah, seperti Khomeini, Kasyif Al Ghitha, Sharafuddin Al Mausawi, Husein Bahrululum, dll.

Dalam perjalanan waktu, setelah meniti kebimbangan panjang, Allah Al Hadi berkenan memberinya cercah jalan pulang, menuju fitrahnya. Sayyid Al Mausawi akhirnya bertaubat dari agama Syiah, dan kembali meniti jalan Ahlus Sunnah (Sunni). Untuk memperkuat keteguhan hatinya, beliau menulis buku penting: “Lillahi Tsumma Littarikh” (Untuk Allah, Lalu Untuk Sejarah). Inilah buku karya beliau yang monumental dan membuat berkobar-kobar kemarahan kaum Syiah (Rafidhah).

Seorang ulama Syiah, Husain Bahrululum sampai mengeluarkan fatwa yang isinya sebagai berikut:

“Pendapat kami tentang orang yang bernama Husain Al Mausawi, dia adalah sesat dan menyesatkan, semoga Allah membutakan matanya sebagaimana Dia telah membutakan hatinya. Dia telah menjadi sebab terjadinya fitnah bagi sebagian besar manusia. Semoga Allah melaknatnya. Para tokoh hauzah telah mencabut semua gelar keilmuannya, dan semua hukum orang murtad telah dijatuhkan kepadanya, dan semua risalah ilmiahnya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Kami juga mengeluarkan fatwa atas haramnya membaca bukunya yang berjudul ‘Lillahi Tsumma Littarikh.” (Mengapa Saya Keluar dari Syiah. Hal. 151-152).

Akibat dari karya dan perjuangan Sayyid Al Mausawi ini, akhirnya beliau dibunuh oleh kaki-tangan Syiah. Semoga Allah merahmatinya dan menempatkan dirinya di maqam Syuhada’. Amin Allahumma amin.

Ada sebuah kesaksian menakjubkan dari Sayyid Al Mausawi, di akhir-akhir bukunya. Disana beliau mengingatkan hakikat kehidupan bangsa Arab di Irak yang semula Sunni, lalu menjadi Syiah. Sayyid Al Mausawi berkata:

“Sekarang saya telah mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang selalu mengganggu dan memenuhi pikiran saya.

Setelah saya merenungkan semua hakikat ini dan yang lainnya, saya mulai mengkaji tentang sebab saya dilahirkan sebagai orang Syiah, juga tentang sebab mengapa keluarga dan kerabat saya menganut ajaran Syiah. Saya mengetahui bahwa asalnya keluarga saya adalah penganut Ahlus Sunnah, tetapi sekitar 150 tahun yang lalu beberapa dai Syiah dari Iran dating ke Irak Selatan. Mereka menjalin hubungan dengan beberapa pemimpin masyarakat. Mereka (para dai Syiah itu –pen.) memanfaatkan kebaikan hati mereka, sedikitnya ilmu mereka, lalu mereka menipu dengan kata-kata yang indah. Itulah yang menjadi sebab masuknya mereka ke dalam Syiah. Banyak di antara keluarga dan kabilah yang masuk ke dalam Syiah dengan cara ini, padahal sebelumnya mereka bermadzhab Ahlus Sunnah.

Sangat penting untuk saya sebutkan disini sebagai amanat ilmiah, bahwa sebagian keluarga dari mereka adalah: Bani Rabi’ah, Bani Taim, Al Khazail, Az Zubaidat, Al Umair, dan mereka itu adalah pemuka kabilah Taim, Khazraj, Syamar, Thukah, Ad Dawar, Ad Difafa’ah, keluarga Muhammad dan mereka dari keluarga Imarah, keluarga Diwaniyah, mereka adalah keluarga Aqra’, keluarga Badir, Afaj, Jabur, Jalihah, keluarga Ka’ab, Bani Lam, dan lain-lain.

Mereka semua adalah keluarga Irak asli yang lahir di Irak. Mereka terkenal dengan keberanian, kemuliaan, dan keluhuran. Mereka adalah keluarga besar yang memiliki kedudukan dan kehormatan, tetapi sangat disayangkan mereka masuk ke dalam Syiah pada 150 tahun yang lalu, karena menyambut seruan romobongan dai Syiah yang datang dari Iran kepada mereka.

Keluarga yang sengsara ini lupa –walau memegang teguh paham Syiah- bahwa pedang Al Qa’im (maksudnya Al Mahdi Al Qa’im yang diyakini oleh kaum Syiah –pen.) menunggu leher mereka, untuk membinasakan mereka, sebagaimana telah dijelaskan, karena Imam ke-12 yang terkenal dengan nama Al Qa’im akan membunuh orang-orang Arab dengan pembunuhan yang sangat kejam, walau mereka orang-orang Syiah. Dan inilah yang disebut secara tegas oleh kitab-kitab kami (orang-orang Syiah); hendaklah keluarga-keluarga tersebut menunggu pedang Al Qa’im untuk membunuh mereka.

Allah Ta’ala telah mengambil perjanjian dari Ahli Ilmu untuk menjelaskan kebenaran, dan inilah saya dating menjelaskannya, membangunkan orang-orang yang tidur, mengingatkan orang-orang yang lalai. Saya menyeru kepada keluarga-keluarga Arab yang asli untuk kembali kepada asalnya. Janganlah menetap di bawah pengaruh para pemilik sorban yang mengambil harta mereka atas nama khumus (potongan harta 20 % –pen.) dan sumbangan-sumbangan untuk perayaan; mereka merampas kehormatan wanita-wanita mereka atas nama mut’ah. Semua itu, yakni khumus dan mut’ah, hukumnya haram sebagaimana telah dijelaskan. Saya juga menyerukan kepada keluarga-keluarga yang masih murni untuk mengkaji ulang sejarah mereka dan sejarah para pendahulunya, agar mereka berada dalam kebenaran yang diberangus oleh para fuqaha dan mujtahid, serta pemilik sorban (maksudnya, para ulama Syiah –pen.), demi kepentingan pribadi mereka.

Dengan ini saya telah menunaikan sebagian kewajiban (menyampaikan kebenaran apa adanya –pen.).

Ya Allah, saya memohon dengan kecintaan saya kepada Nabi-Mu yang pilihan dan kecintaan saya kepada Ahlul Bait yang suci, agar menjadikan buku ini sebagai buku yang diterima di dunia dan Akhirat, usahanya dijadikan sebagai usaha yang ikhlas karena mengharapkan wajah-Mu yang Mulia, dan mendapatkan manfaat darinya orang banyak. Segala puji bagi Allah, sebelum dan sesudahnya.”

(Bagian akhir buku, Mengapa Saya Keluar dari Syiah, karya Sayyid Husein Al Mausawi rahimahullah. Jakarta, Pustaka Al Kautsar, cetakan April 2010, hal. 148-150).

Inilah catatan sejarah yang perlu kita pahami dan sadari. Kaum Syiah dalam akidahnya, mereka meyakini bahwa kelak Al Mahdi Al Qa’im akan menghabisi bangsa Arab (sekalipun dirinya Syiah juga). Yang disisakan hanyalah orang-orang Syiah Persia. Tentu saja, orang Syiah Indonesia, Malaysia, atau Syiah Melayu, tidak diketinggalan kelak akan dihabisi Al Qa’im.

Maka kini banyak sebagian orang Indonesia menganut ajaran Syiah, dengan tanpa harapan mereka akan diterima di sisi ajaran Syiah dan imam-imam mereka. Itulah manusia-manusia TERTIPU! Sayyid Husein Al Mausawi rahimahullah sudah berkorban darah dan nyawa untuk mengingatkan. Tinggal manusia, maukah belajar atau tetap sesat?

Sekali lagi… Lillahi Tsumma Lit Tarikh… Untuk Allah, Kemudian Untuk Sejarah… Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Jakarta Timur, 13 Januari 2012.[sksd/abisyakir]

Scroll To Top