Perintah dan Keutamaan Dzikrullah

Perintah dan Keutamaan Dzikrullah

Oleh:Ibnu Abiihi

Shoutussalam.com-Dzikir adalah salah satu ibadah yang paling mudah di amalkan tetapi sering dilupakan,padahal dzikir memiliki keutamaan-keutamaan yang yang sangat besar.Allah Subhanahu wa ta’ala menyebut tentang perintah berdzikir berkali-kali dalam Al qur’an.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Artinya :Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.(Al ahzab:41)

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ

Artinya : orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring…(Ali imron:191)

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya : laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(Al ahzab :35)

Dalam ayat-ayat tersebut Allah ta’ala memerintahkan untuk senantiasa berdzikir dalam keadaan apapun bahkan orang-orang yang berdzikir di janjikan oleh-Nya dengan pahala yang besar.

(عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((سبق المفردون)) قالوا: وما المفردون يا رسول الله؟ قال: ((الذاكرونلله كثيرا والذاكرات))(رواه مسلم

Artinya: “Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang menyendiri telah mendahului”. Para sahabat bertanya: “Siapakah orang yang menyendiri itu wahai Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab: “Laki-laki atau perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah” (HR. Muslim).

(عن أبي موسى الأشعري عن النبي صلى الله عليه وسلمقال: ((مثل الذى يذكر ربه والذى لا يذكره, مثل الحي والميت)) (رواه البخارى

Artinya: “Dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan yang tidak berdzikir, seperti orang yang hidup dengan orang yang sudah mati” (HR. Bukhari).

Masih banyak lagi hadist yang menerangkan tentang perintah dan keutamaan untuk berdzikir.

Keutamaan Dzikrullah

Imam Ibnu qoyyim al jauziyah rahimahullah dalam kitabnya “Al waabilu assoyyib mina-l-kalimi Attoyyib” menyebutkan banyak keutamaan dzikrullah yang bisa menumbuhkan semangat seorang muslim untuk senantiasa mengamalkannya,diantaranya sebagai berikut;

– Berdzikir dapat mengusir,mengekang,dan mengalahkan Syaitan.

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.(Al a’raf:201)

Dalam sebuah hadist yang panjang Allah ta’ala memerintahkan Zakariya bin Yahya lima kalimat untuk diajarkan dan diamalkan oleh Bani Israil,yaitu : Tauhid,Sholat,Shiyam,Shodaqoh,kemudian yang kelima “dan aku memerintahkanmu untuk berdzikir,hal itu di umpamakan seperti seorang lelaki yang menyerang musuh dengan cepat hingga dia mencapai benteng pertahanan musuh maka dia melindungi diri dari mereka.Begitu juga seorang hamba tidaklah melindungi dirinya kecuali dengan dzikrullah…” (Al musnad 4/202)

– Menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan di hati.

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَابِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya :(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar ra’d:28)

Ibnu taimiyah rh berkata : Dzikir bagi hati adalah ibarat air bagi ikan,maka bagaimanakah keadaan ikan jika dipisahkan dari air.

– Membebaskan diri dari adzab Allah Subhanahu wa ta’ala.

عن معاذ بن جبل قال,قال رسول الله صل الله عليه وسلم:ماعمل ادمي عملا اًنجى له من عذاب الله من ذكر الله تعالى.

Artinya : “dari muadz bin jabal r.a berkata,Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada amal anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah ta’aala selain dzikrullah.”(Al musnad 5/239)

– Memperbanyak dzikir menjauhkan diri dari kemunafikan.

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا.

Artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (An nisa':142)

Ka’ab berkata : Barang siapa banyak berdzikir dia telah berlepas dari kemunafikan.

Suatu ketika Ali bin Abi Thalib r.a ditanya tentang khowarij apakah mereka termasuk orang-orang munafik ? beliau menjawab: Orang munafik tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit.

Salah satu tanda kemunafikan adalah jarang berdzikir.Oleh karena itu memperbanyak dzikir akan memjauhkan diri dari sifat kemunafikan.

– Dzikir adalah obat penyakit hati

Makhul bin Abdullah r.h berkata : Mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala adalah obat,sedangkan mengingat manusia adalah penyakit.

Berdzikir juga dapat menghilangkan kerasnya hati,karena di dalam hati manusia terdapat sesuatu yang keras yang tidak dapat dihilangkan kecuali dengan berrdzikir.suatu hari datang seseorang kepada Hasan Al basri dan berkata: “Wahai abu said aku keluhkan padamu tentang kerasnya hatiku”.abu said menjawab “hilangkanlah dengan berdzikir.”

Dzikir yang paling mulia

Dzikir yang paling mulia bagi seorang hamba adalah dengan membaca Al qur’an.Karena Al qur’an adalah kalamullah yang juga merupakan sebaik-baik perkataan di alam semesta.Al quran juga merupakan kitab yang paling utama yang di wahyukan kepada penutup para Rosul Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.Barang siapa yang berkata dengannya maka dia jujur,yang beramal dengannya baginya pahala,yang berhukum dengannya adil,yang menyeru untuk beramal dengannya dia menyeru ke jalan yang lurus “shiratal mustaqim”.

Ya Allah, bantulah kami untuk mengingatiMu, mensyukuriMu dan beribadat kepadaMu dengan baik.Wallahu a’lam.(IA/AM)

Scroll To Top